Sebuah kisah dari pelosok Manggarai Barat, tentang seorang anak yang terlalu lama menunggu kesempatan untuk sembuh, sekolah, bermain, dan bermimpi.
Di sebuah rumah sederhana yang nyaris tak layak disebut rumah, di Desa Buruk, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, seorang anak bernama Haerul tumbuh dengan menyimpan luka yang tidak pernah mudah ia ceritakan.
Usianya baru 10 tahun.
Namun, selama hampir seluruh hidupnya, Haerul harus menjalani hari-hari yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh anak-anak seusianya.
Haerul adalah seorang anak yatim piatu. Ia tinggal bersama kakaknya dalam sebuah rumah yang sangat sederhana, menyerupai gubuk. Dalam keterbatasan yang ada, mereka berusaha menjalani kehidupan dari hari ke hari.
Sejak Lahir, Haerul Tidak Memiliki Anus
Ada satu persoalan yang membuat masa kecil Haerul terasa jauh lebih berat.
Sejak lahir, Haerul tidak memiliki anus.
Sesaat setelah dilahirkan, Haerul hanya mampu mendapatkan satu kali tindakan operasi. Dokter membuat saluran pembuangan sementara melalui bagian perutnya.
Setelah itu, karena keterbatasan kemampuan dan fasilitas kesehatan yang tersedia di Nusa Tenggara Timur, tidak ada lagi operasi lanjutan yang dapat dilakukan.
Hari berganti hari.
Bulan berganti bulan.
Tahun berganti tahun.
Dan Haerul tumbuh dengan kondisi tersebut hingga usianya hampir 10 tahun.
Sepuluh Tahun Tanpa Sekolah
Bagi anak-anak lain, usia 10 tahun adalah masa untuk berlari di halaman sekolah, bermain bersama teman-teman, belajar, bercanda, dan bermimpi tentang masa depan.
Tetapi bagi Haerul, semua itu terasa begitu jauh.
Kondisi tubuhnya membuat Haerul tidak bisa dengan leluasa pergi ke sekolah. Ia juga malu bermain bersama teman-temannya.
Bukan karena ia tidak ingin belajar.
Bukan karena ia tidak ingin bermain.
Bukan pula karena ia tidak memiliki cita-cita.
Haerul hanya ingin menjadi seperti anak-anak lainnya.
Ia ingin memakai seragam sekolah. Ia ingin duduk di bangku kelas. Ia ingin mempunyai teman. Ia ingin bermain tanpa harus merasa malu dengan tubuhnya sendiri.
Tetapi selama hampir 10 tahun, keinginan sederhana itu harus ia pendam.
Ketika Pertolongan Harus Menempuh Ribuan Kilometer
Untuk mendapatkan operasi lanjutan, Haerul harus dibawa keluar dari Nusa Tenggara Timur.
Kondisinya membutuhkan penanganan yang tidak mudah. Terlebih, masalah tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Bagi keluarga Haerul, membawa seorang anak dari pelosok Manggarai Barat menuju Bali atau Pulau Jawa bukanlah perkara sederhana.
Biaya, perjalanan, pendampingan, tempat tinggal, hingga proses pengobatan menjadi persoalan besar.
Dalam kondisi seperti inilah Senyum Anak Negeri mengenal kisah Haerul.
Kami kemudian berusaha membawa Haerul menuju Yogyakarta.
Bukan sekadar membawanya berobat.
Tetapi membawa harapan seorang anak yang sudah hampir satu dekade menunggu kesempatan untuk menjalani hidup seperti anak-anak lainnya.
Di Yogyakarta, Haerul mendapatkan pendampingan untuk menjalani operasi dengan bantuan RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Operasi akhirnya dilakukan.
Dan kabar baik itu datang: operasi Haerul berjalan lancar.
Namun perjuangan belum selesai.
Setelah operasi, kondisi Haerul sempat mengkhawatirkan. Orang-orang yang mendampinginya harus melewati masa penuh kecemasan sambil terus berharap agar kondisi Haerul kembali membaik.
Di saat seperti itu, doa menjadi kekuatan.
Doa agar anak kecil dari Manggarai Barat ini benar-benar diberi kesempatan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Hari Ketika Haerul Kembali Menjadi Anak Sekolah
Kini, senyum itu kembali terlihat.
Haerul sudah kembali ke kampung halamannya.
Ia kembali bersekolah.
Ia mengulang pendidikan dari kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah di desanya.
Mungkin bagi sebagian orang, mengulang kelas adalah sesuatu yang biasa.
Tetapi bagi Haerul, kembali duduk di bangku sekolah adalah sebuah kemenangan besar.
Karena di balik seragam yang dikenakannya, ada perjalanan panjang.
Ada rasa malu yang pernah ia pendam.
Ada sakit yang pernah ia tahan.
Ada perjalanan jauh dari Flores menuju Yogyakarta.
Ada operasi.
Ada kecemasan.
Ada doa.
Dan ada begitu banyak orang yang memilih untuk tidak membiarkannya berjuang sendirian.
Bukan Sekadar Operasi
Senyum Anak Negeri percaya bahwa membantu Haerul tidak boleh berhenti ketika operasi selesai.
Karena kesehatan adalah awal dari kehidupan baru, bukan akhir dari perjuangan.
Setelah kembali ke desanya, Senyum Anak Negeri kemudian membantu keluarga Haerul dengan menyerahkan seekor kambing untuk dipelihara.
Harapannya sederhana.
Kambing tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Haerul.
Sedikit demi sedikit.
Hari demi hari.
Agar kesembuhan Haerul juga diikuti dengan tumbuhnya kemandirian keluarganya.
Karena anak seperti Haerul tidak hanya membutuhkan pengobatan.
Ia membutuhkan kesempatan.
Ia membutuhkan pendidikan.
Ia membutuhkan keluarga yang kuat.
Dan yang paling penting, ia membutuhkan masa depan.
"Saya Ingin Sekolah di Pulau Jawa"
Ada satu cita-cita Haerul yang terus ia simpan.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, ia ingin melanjutkan sekolah di Pulau Jawa.
Bersama Senyum Anak Negeri.
Mungkin terdengar sederhana.
Tetapi bagi seorang anak yang hampir 10 tahun hidup dalam keterbatasan, cita-cita itu adalah gambaran betapa besarnya harapan yang kini tumbuh dalam dirinya.
Dulu, Haerul hanya ingin bisa bersekolah.
Kini ia mulai berani bermimpi lebih jauh.
Ia ingin sekolah di Pulau Jawa.
Ia ingin belajar.
Ia ingin memiliki masa depan.
Ia ingin membuktikan bahwa tempat ia dilahirkan tidak boleh menentukan sejauh mana ia boleh bermimpi.
Untuk Haerul
Haerul, perjalananmu belum selesai.
Sepuluh tahun pertama dalam hidupmu mungkin penuh dengan keterbatasan.
Tetapi sepuluh tahun berikutnya semoga menjadi perjalanan yang berbeda.
Semoga tidak ada lagi rasa malu ketika bermain.
Semoga tidak ada lagi hari-hari yang terlewat tanpa sekolah.
Semoga tubuhmu semakin kuat.
Semoga kakakmu selalu diberi kekuatan untuk mendampingimu.
Dan semoga suatu hari nanti, langkah kecilmu dari Desa Buruk benar-benar membawamu menuju sekolah yang kamu impikan di Pulau Jawa.
Karena setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk bermimpi.
Dan setiap mimpi anak layak diperjuangkan.
Senyum Anak Negeri akan terus berjalan bersama anak-anak seperti Haerul.
Bukan hanya agar mereka sembuh.
Bukan hanya agar mereka kembali sekolah.
Tetapi agar mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
"Kadang, sebuah pertolongan bukan hanya menyelamatkan seorang anak dari sakit. Ia juga mengembalikan sesuatu yang hampir hilang—harapannya untuk memiliki masa depan."
SENYUM ANAK NEGERI
Menjaga Senyum, Menumbuhkan Harapan

0 Comments